Desa Banjarejo, Kecamatan Guntur, pada Minggu, 16 November 2025 | Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melaksanakan kegiatan edukasi dan praktik lapangan terkait penggunaan soil meter. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Program Hibah Internal Mahasiswa PPK Ormawa Himasta UNIMUS yang bertujuan meningkatkan pemahaman teknologi pertanian sederhana bagi para petani desa.
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat mengenali kondisi tanah secara lebih akurat melalui alat soil meter, sehingga petani mampu menentukan perlakuan lahan yang tepat sebelum proses penanaman. Pengukuran pH dan kelembapan tanah menjadi fokus utama, mengingat kedua indikator ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman.
Ketua tim kegiatan, Faqih Dwi Yulianto, menjelaskan bahwa penggunaan soil meter sangat relevan diterapkan pada petani desa yang selama ini masih mengandalkan metode tradisional. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengetahuan praktis tentang cara mengecek kondisi tanah secara cepat dan mudah. Dengan data sederhana ini, petani bisa mengambil keputusan pengolahan lahan secara lebih tepat,” ujarnya.
Kegiatan turut dihadiri oleh Bapak M. Al Haris S.Si, M.Si selaku dosen pendamping. Dalam arahan singkatnya, beliau menyampaikan bahwa teknologi sederhana seperti soil meter merupakan langkah awal bagi petani untuk menerapkan pertanian berbasis data. “Dengan mengetahui pH dan kelembapan tanah, petani dapat menyesuaikan jenis tanaman, dosis pupuk, maupun perlakuan lain secara lebih efektif,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan edukasi mengenai cara membaca hasil pengukuran, fungsi alat, serta pentingnya mencatat data untuk membandingkan kondisi tanah sebelum dan sesudah perlakuan. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung dengan beberapa sampel tanah yang sudah disiapkan. Para peserta diajak mengukur kondisi tanah awal, kemudian melakukan pengukuran ulang setelah pemberian kapur dolomit untuk melihat perubahan pH secara nyata.
Peserta yang hadir terlihat antusias mengikuti setiap tahapan. Banyak dari mereka baru pertama kali menggunakan soil meter dan merasa terbantu karena alat ini memberikan hasil secara cepat tanpa perlu menunggu pemeriksaan laboratorium. Diskusi aktif terjadi saat peserta menanyakan cara perawatan alat, waktu pengecekan terbaik, hingga bagaimana memanfaatkan hasil pengukuran untuk meningkatkan hasil panen.
Melalui kegiatan ini, HIMASTA UNIMUS berharap Desa Banjarejo dapat menjadi contoh penerapan teknologi pertanian sederhana yang berkelanjutan. Program edukasi dan praktik penggunaan soil meter ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lahan serta produktivitas pertanian masyarakat.
HIMASTA UNIMUS berkomitmen untuk terus melanjutkan kolaborasi dengan masyarakat, lembaga desa, serta mitra akademik guna memastikan keberlanjutan program pemberdayaan pertanian yang inovatif, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat desa.

